Minggu, 28 Juni 2015

UNTUK KAUM HAWA

As-salamualaikum.,Wr.Wb
Kali ini, kita akan membahas tentang WANITA.
Alhamdulillah, sesungguhnya seluruh tubuh wanita adalah aurat bagi lelaki yang bukan mahramnya. Ia tidak boleh menampakkan diri di hadapan kaum lelaki meskipun tubuhnya ditutupi dengan pakaian jika dengan melihat sosoknya dan cara berjalannya dapat menimbulkan fitnah. Lalu bagaimana dengan wanita yang memakai gaun dalam resepsi pernikahan, berjalan lenggak-lenggok menarik semua perhatian orang di sekitar. itu adalah HARAM. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam telah mengancam dengan keras kaum wanita yang mengenakan pakaian tipis dan sempit dalam sabdanya:

"Dua kelompok manusia yang termasuk penghuni neraka. Salah satunya: Wanita-wanita yang berbusana tetapi pada hakikatnya telanjang, berjalan berlenggak-lenggok menarik perhatian manusia, kepala-kepala mereka laksana punuk unta, mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak mencium aromanya."Islam menghormati WANITA, mereka bagaikan perhiasan berharga yang harus dijaga, wanita adalah hiasan dunia, dan seindah-indahnya hiasan adalah wanita solehah. ada banyak pantangan buat kita ladies :
  1. Aurat wanita itu seluruh tubuh, kecuali muka dan telapak tangan, kaki juga aurat ladies, jadi kalau mau keluar jangan lupa pakek kaos kaki ya? Insyaallah semua pasti ada kebaikan didalamnya.
  2. Tidak memakai wangi-wangian yang berlebihan karena akan berakibat timbulnya zina. Apalagi jika seorang wanita yang dengan sengaja memoles dirinya, dan dapat memunculkan syahwat bagi laki-laki yang melihatnya. Sudah jelas akan sangat dilarang oleh islam.

    Katakanlah kepada wanita beriman: “ Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) Nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai oarng-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS An-Nur, 24: 31).

  3. Dalam islam, bersolek untuk memperindah diri itu boleh, Itu adalah anjuran. Karena Allah sangat menyukai sesuatu yang indah. Akan tetapi, islam mempunyai batasan-batasan tersendiri untuk wanita dalam hal bersolek atau dandan. Dengan tujuan untuk memperindah dirinya, beberapa hal yang dilarang dalam bersolek di antaranya :
      1. Menyulam alis (sulam alis) karena sulam alis termasuk tatto.
      2. Memanjangkan kuku, kuku tidak boleh di panjangkan lebih dari 40 hari, hayooo di sini siapa yang memanjangkan kukunya? ingat, seperti halnya, jika seorang ibu melarang kita melakukan sesuatu, itu semata-mata karena ia menyayangi anaknya dan demi kebaikan anaknya juga, begitu juga halnya Allah memberi larangan kepada kaum WANITA, karena Islam sangat menghormati Wanita. Islam tidak ingin wanita di pandang rendah. jangan pula wanita itu merendahkan dirinya sendiri karena pada hakikatnya wanita di ciptakan dengan kelebihan yang tidak di miliki oleh seorang laki-laki. ia mampu bertahan selama 9 bulan demi sibuah hatinya, dengan bersusah payah ia melahirkan mempertaruhkan nyawa, menyusui si buah hati dengan kasih sayang bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata :  “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971 juga Muslim, Kitab al-Birr wa ash-Shilah no. 2548) tidakkah terlintas berapa ribu kesalahan yang membuat diri kita rendah sendiri di hadapan Allah, di hadapan orang yang bukan mahram kita, padahal Allah telah meninggikan derajat seorang kita (WANITA).
      3. Tidak dibolehkan memakai rambut palsu, operasi plastik, memakai bulu mata palsu, mengkikir gigi, mencukur alis, dan bersanggul dengan rambut palsu,bersanggul boleh menggukan rambut sendiri tapi hendaknya digulung kebawah jangan seperti punuk unta, karena hal yang mengubah-ubah sesuatu yang telah Allah ciptakan, sama saja kita tidak mensyukuri apa yang telah Allah beri kepada kita.Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-qur'an “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)
      4. Islam menentang sikap berlebih-lebihan dalam berhias sampai kepada suatu batas yang menjurus kepada suatu sikap mengubah ciptaan Allah yang oleh al-Quran dinilai, bahawa mengubah ciptaan Allah itu sebagai salah satu ajakan syaitan kepada pengikut-pengikutnya, dimana syaitan akan berkata kepada pengikutnya itu sebagai berikut: “Sungguh akan kami pengaruhi mereka itu, sehingga mereka mahu mengubah ciptaan Allah.” (an-Nisa': 119). Kemudian disebutkan dalam hadis, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Allah melaknat wanita yang menjadi tukang tato dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alis dan wanita yang minta agar bulu alisnya dicabuti, demikian pula wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan. Merekalah wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim) 
  4. Oleh karena itu, dedikasikanlah apa yang kita punya, untuk suami kita kelak. Perempuan adalah ciptaan Allâh yang hadir atas nama cinta. Hawa adalah perempuan pertama yang diciptakan atas dasar cinta Allâh kepada Adam. Dia diciptakan untuk menjadi pasangan bagi Adam atas kehendak Allâh sendiri karena manusia itu diciptakan semuanya berpasangan.

    Dengan berjalannya waktu telah kita saksikan manusia meletakkan derajat seorang perempuan di tahap yang paling bawah. Anak perempuan dibunuh, golongan perempuan dijadikan alat pemuas nafsu laki-laki, perempauan diperlakukan dengan kasar dan hina sehingga Islam datang yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam dengan membawa risalah untuk mengangkat derajat perempuan pada kedudukan yang labih baik dan mulia. Selanjutnya anak keturunan Hawa ini diangkat menjadi tinggi martabatnya dalam Islam.

    Perempuan adalah insan mukalaf sama seperti laki-laki, di tuntut supaya beribadah kepada Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ bahkan Islam yang indah ini datang mengakui kaum perempuan berhak mendapat penghargaan sebagai seorang ibu, isteri dan anak perempuan. Mereka juga bertanggungjawab sepenuhnya atas perilaku di dunia dan di akhirat, Islam memberikan hak harta untuk membelanjakannya serta mengurusnya. Berdasarkan prinsip umum, perempuan adalah sama seperti laki-laki dari segi memikul tuntutan syara’ melainkan apa yang dikecualikan oleh Allâh Subhânahu wa Ta’âlâ. Allâh berfirman dalam al-Qur’ân,

     “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain.Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allâh, dan Allâh pada sisi-Nya pahala yang baik.” (QS Ali ‘Imrân[3]:195)
         
    Islam menjunjung tinggi martabat kaum perempuan yang taat kepada Allâh dan Rasul. Sepanjang zaman kita lihat srikandi-srikandi Islam begitu teguh mempertahankan diri dan muru’ah –kehormatan- serta berjuang kerana Allâh. Walau bagaimanapun memang benar, pernah dikatakan Rasûlullâh bahwa antara golongan yang paling banyak mamasuki neraka adalah perempuan. Namun, jangan kita lupakan bahwa kaum perempuan juga mudah untuk memasuki surga. Bagaimanapun, hari ini banyak kaum perempuan kurang menyadari kemuliaan kedudukan mereka di sisi agama bahkan larangann dan perintah bukanlah untuk menyusahkan mereka tetapi di situlah letak murninya seorang perempuan.

    Wassalam,.Wr.wb

0 komentar:

Posting Komentar