Minggu, 28 Juni 2015

IKHTIAR



As-salamualaikum,Wr.Wb
Kali ini kita akan membahas tentang IKHTIAR.
Kebanyakan pada umumnya di bulan kelulusan,
Lulus SD, SMP, SMA,SNMPTN, SBMPTN, dan ujian lainnya.
Sobat, mungkin ada yang masih bingung untuk yang lulusan SMA/MAN mau ngelanjutin kuliah dimana? SNMPTN tidak lulus, bakal banyak akan menghadapi beraneka ujian lainnya, yang untuk lulus SNMPTN alhamdulillah, mungkin perasaan demikan banyak dirasakan oleh beberapa orang dan tidak menutup kemungkin dengan diri saya.

Sobat, Yakinlah, apapun yang kita jalani, insyaallah semua ada hikmah dan tersimpan kebaikan dibalik semua itu, oleh karena itu, apapun yang kita jalani tidak akan instan begitu saja, dia akan bertahap-tahap dan berproses, jadi, jikalau ada keinginan kita kita yang tidak kesampean, atau lebih tepatnya belum terwujud, jangan lah kita marah, tambah galau apalagi berputus asa, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berputus asa. Sebagaimana telah dijelaskan dalam  firman-Nya:

وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)
Maka berputus asa dari rahmat Allah dan merasa jauh dari rahmat-Nya merupakan dosa besar. Kewajiban seorang manusia adalah selalu berbaik sangka  terhadap Rabb-nya. Jika dia meminta kepada Allah, maka dia selalu berprasangka baik bahwa Allah akan mengabulkan permintaannya. Jika dia beribadah sesuai dengan syariat, dia selalu optimis bahwa amalannya akan diterima, dan jika dia ditimpa suatu kesusahan dia tetap berprasangka baik bahwa Allah akan menghilangkan kesusahan tersebut.

Untuk semua itu, untuk mewujudkan harapan yang hampir tenggelam kita butuh yang namanya IKHTIAR,
apa itu ikhtiar? kita akan dibahas disini sobat. Seperti pepatah mengatakan, Jatuh itu biasa, tapi bangkit setelah jatuh itu luar biasa, kita ceritakan dari pepatah yang kita bahas, jika sekali kita terjatuh, dan kita langsung mundur, harapan itu akan benar-benar tenggelam, dan tak akan pernah muncul, karena sesuatu yang kita lakukan semuanya tergantung pada diri kita sendiri, kitalah yang harus memilih, untuk MAJU? ataukah MUNDUR?

IKHTIAR secara bahasa adalah memilih, manakala kita harus memilih, kita ingin menjadi PRESIDEN kah? DOKTER kah? POLISI kah? BIDAN kah? GURU kah? itu semua tergantug dengan apa yang kita inginkan harus sesuai dengan usaha kita, jangan pula kita ingin menjadi DOKTER, Tapi tidak ada usaha yang kita lakukan, itu sama saja dengan mencoba menggenggam angin (Usaha yang sia-sia), dengan kata lain secara istilah ikhtiar adalah usaha seorang hamba untuk memperoleh apa yang di kehendakinya. Orang yang berikhtiar bererti dia memilih suatu pekerjaan kemudian dia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh agar dapat berhasil dan berjaya, dan sebagai seorang muslim di wajibkan untuk senantiasa berikhtiar sekuat tenaga dan kemampuannya. setelah dia berikhtiar maka dia harus menyerahkan segala usahanya kepada Allah swt. Sebagimana telah dijelaskan dalam Al-quran :


إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ * سورة الرعد 11
Artinya : …” Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri …” ( QS. Ar-Ra’du 11 )

Sobat, Yakinilah apabila setelah kita melakukan apa-apa untuk mencapai kenginan kita namun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, jangan lah berkecil hati, sesungguhnya Allah maha mengetahui, Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan tentang apa yang kita inginkan, karena rencana Allah selalu lebih indah dari rencana seorang manusia. Allah tidak akan memberi ujian diluar batas kemampuan kita sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-quran :

لاَ يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسْعَهَا‌ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ‌ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَاْنَا‌ۚ رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَه عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا‌‌ۚرَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِه‌ ۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلٰنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya : “Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan ma’afkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami kerana Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (Al Baqarah : 287)


Ada rahasia dibalik rahasia atas setiap ujian yang Allah berikan kepada setiap makhluk-Nya. Karena sungguh Allah memiliki alasan mengapa Ia menurunkan ujian kepada Hamba HambaNya, bukan semata mata karena ingin memberikan teguran, tetapi harus kita yakini ini adalah bentuk training dari Allah kepada diri kita agar kita bisa menapaki derajat insan yang beriman di sisi Allah SWT. Sungguh Allah tidak akan menguji suatu kaum melainkan sesuai dengan kemampuannya. Allah tidak akan menguji hambaNya di luar batas kemampuan hambaNya, maka yakinlah bahwa di setiap ujian yang Allah berikan kepada kita mampu untuk kita hadapi, karena yang menjadi masalah adalah bukan ujian yang datang, tetapi bagaimana cara kita menghadapi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang datang kepada kita. Laksana anak kecil yang akan naik kelas dari mulai kelas 1 ke kelas 2, maka untuk bisa mencapai ke kelas 2 sang anak pun harus bisa melewati ujian apakah ia mampu untuk lulus masuk ke kelas 2 atau tidak. Ujian Allah bisa datang kapan saja dan dari arah yang tidak di duga duga, ia seperti angin yang sulit untuk kita terka arah datangnya. Maka Hal yang kemudian harus kita siapkan adalah bukan untuk mengetahui kapan ujian itu datang, tetapi seberapa siapkah diri kita untuk menyiapkan manuver keimanan ketika ujian itu datang.



0 komentar:

Posting Komentar