As-salamualaikum,Wr.Wb
Kali ini kita akan membahas tentang IKHTIAR.
Kebanyakan pada umumnya di bulan kelulusan,
Lulus SD, SMP, SMA,SNMPTN, SBMPTN, dan ujian lainnya.
Sobat, mungkin ada yang masih bingung untuk yang
lulusan SMA/MAN mau ngelanjutin kuliah dimana? SNMPTN tidak lulus, bakal banyak
akan menghadapi beraneka ujian lainnya, yang untuk lulus SNMPTN alhamdulillah,
mungkin perasaan demikan banyak dirasakan oleh beberapa orang dan tidak menutup
kemungkin dengan diri saya.
Sobat, Yakinlah, apapun yang kita jalani, insyaallah semua ada hikmah dan tersimpan kebaikan dibalik semua itu, oleh karena itu, apapun yang kita jalani tidak akan instan begitu saja, dia akan bertahap-tahap dan berproses, jadi, jikalau ada keinginan kita kita yang tidak kesampean, atau lebih tepatnya belum terwujud, jangan lah kita marah, tambah galau apalagi berputus asa, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berputus asa. Sebagaimana telah dijelaskan dalam firman-Nya:
Sobat, Yakinlah, apapun yang kita jalani, insyaallah semua ada hikmah dan tersimpan kebaikan dibalik semua itu, oleh karena itu, apapun yang kita jalani tidak akan instan begitu saja, dia akan bertahap-tahap dan berproses, jadi, jikalau ada keinginan kita kita yang tidak kesampean, atau lebih tepatnya belum terwujud, jangan lah kita marah, tambah galau apalagi berputus asa, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berputus asa. Sebagaimana telah dijelaskan dalam firman-Nya:
وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ
اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat
Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang
kafir.”(Q.S. Yusuf : 87)
Maka berputus asa dari rahmat Allah dan merasa
jauh dari rahmat-Nya merupakan dosa besar. Kewajiban seorang manusia adalah
selalu berbaik sangka terhadap Rabb-nya. Jika dia meminta kepada Allah,
maka dia selalu berprasangka baik bahwa Allah akan mengabulkan permintaannya.
Jika dia beribadah sesuai dengan syariat, dia selalu optimis bahwa amalannya
akan diterima, dan jika dia ditimpa suatu kesusahan dia tetap berprasangka baik
bahwa Allah akan menghilangkan kesusahan tersebut.
Untuk semua itu, untuk mewujudkan harapan yang hampir tenggelam kita butuh yang namanya IKHTIAR,
apa itu ikhtiar? kita akan dibahas disini sobat. Seperti pepatah mengatakan, Jatuh itu biasa, tapi bangkit setelah jatuh itu luar biasa, kita ceritakan dari pepatah yang kita bahas, jika sekali kita terjatuh, dan kita langsung mundur, harapan itu akan benar-benar tenggelam, dan tak akan pernah muncul, karena sesuatu yang kita lakukan semuanya tergantung pada diri kita sendiri, kitalah yang harus memilih, untuk MAJU? ataukah MUNDUR?
Untuk semua itu, untuk mewujudkan harapan yang hampir tenggelam kita butuh yang namanya IKHTIAR,
apa itu ikhtiar? kita akan dibahas disini sobat. Seperti pepatah mengatakan, Jatuh itu biasa, tapi bangkit setelah jatuh itu luar biasa, kita ceritakan dari pepatah yang kita bahas, jika sekali kita terjatuh, dan kita langsung mundur, harapan itu akan benar-benar tenggelam, dan tak akan pernah muncul, karena sesuatu yang kita lakukan semuanya tergantung pada diri kita sendiri, kitalah yang harus memilih, untuk MAJU? ataukah MUNDUR?
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ * سورة الرعد 11
Artinya : …” Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu
kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri …”
( QS. Ar-Ra’du 11 )Sobat, Yakinilah apabila setelah kita melakukan apa-apa untuk mencapai kenginan kita namun hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, jangan lah berkecil hati, sesungguhnya Allah maha mengetahui, Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan bukan tentang apa yang kita inginkan, karena rencana Allah selalu lebih indah dari rencana seorang manusia. Allah tidak akan memberi ujian diluar batas kemampuan kita sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-quran :
لاَ يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَاۤ اِنْ نَّسِيْنَاۤ اَوْ اَخْطَاْنَاۚ رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَاۤ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَه عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚرَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِه ۚ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلٰنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ
Artinya : “Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan batas kemampuannya. Baginya ganjaran untuk apa yang diusahakannya, dan ia akan mendapat siksaan untuk apa yang diusahakannya. Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, janganlah Engkau menghukum kami jika kami lupa atau kami berbuat salah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membebani kami tanggung jawab seperti Engkau telah bebankan atas orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami janganlah Engkau membebani kami apa yang kami tidak kuat menanggungnya; dan ma’afkanlah kami dan ampunilah kami serta kasihanilah kami kerana Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (Al Baqarah : 287)
Ada rahasia
dibalik rahasia atas setiap ujian yang Allah berikan kepada setiap makhluk-Nya.
Karena sungguh Allah memiliki alasan mengapa Ia menurunkan ujian kepada Hamba
HambaNya, bukan semata mata karena ingin memberikan teguran, tetapi harus kita
yakini ini adalah bentuk training dari Allah kepada diri kita agar kita bisa
menapaki derajat insan yang beriman di sisi Allah SWT. Sungguh Allah tidak akan
menguji suatu kaum melainkan sesuai dengan kemampuannya. Allah tidak akan
menguji hambaNya di luar batas kemampuan hambaNya, maka yakinlah bahwa di
setiap ujian yang Allah berikan kepada kita mampu untuk kita hadapi, karena
yang menjadi masalah adalah bukan ujian yang datang, tetapi bagaimana cara kita
menghadapi dan mengambil hikmah dari setiap kejadian yang datang kepada kita.
Laksana anak kecil yang akan naik kelas dari mulai kelas 1 ke kelas 2, maka
untuk bisa mencapai ke kelas 2 sang anak pun harus bisa melewati ujian apakah
ia mampu untuk lulus masuk ke kelas 2 atau tidak. Ujian Allah bisa datang kapan
saja dan dari arah yang tidak di duga duga, ia seperti angin yang sulit untuk
kita terka arah datangnya. Maka Hal yang kemudian harus kita siapkan adalah
bukan untuk mengetahui kapan ujian itu datang, tetapi seberapa siapkah diri
kita untuk menyiapkan manuver keimanan ketika ujian itu datang.



0 komentar:
Posting Komentar